|
Sebetulnya, apa saja yang termasuk KDRT? 1. Kekerasan fisik Adalah segala perbuatan suami yang menimbulkan rasa sakit atau luka pada istri. Para korban mengaku ada yang dipukul, ditendang, diseterika, disundut dengan rokok, kepala dibotakin sampai disiram air keras. 2. Kekerasan psikis Yaitu tindakan suami yang mengarah pada kondisi istri (korban) merasakan ketakutan. "Istri menjadi tertekan, lalu depresi, karena ruang geraknya jadi terbatas dan tak lagi merasakan kebebasannya sebagai individu." Contohnya pernyataan suami pada istrinya, "Kamu, kan, hidup menumpang." Atau suami mengancam istri untuk tidak ke luar rumah, dan kalau melanggar, harus menanggung akibatnya. 3. Kekerasan seksual Ini lebih ke arah pemaksaan hubungan seks. Apalagi sekarang banyak yang mengajarkan cara atau teknik berhubungan seks melalui VCD atau media lain. Akibatnya, suami ingin menerapkannya tanpa kesepakatan dengan sang istri lebih dulu. Akibatnya, istri mengalami tekanan batin. Di satu sisi, mereka merasa jijik, tapi di sisi lain takut ditinggalkan suami jika menolak. 4. Kekerasan ekonomi Adalah bentuk kesulitan ekonomi yang dialami oleh istri karena suami tidak memberi nafkah. Misalnya, setiap hari istri dijatah Rp 10 ribu untuk keperluan rumah tangga. "Cukup nggak cukup, harus cukup. Bahkan, ada yang tiap bulan harus bikin laporan keuangan, berapa pemasukan dan pengeluaran keluarga." Biasanya, apa yang dilakukan suami semata-mata karena latar belakang keluarganya. Salah satu contoh, ibu sang suami sangat royal, sehingga sang ayah-lah yang mengontrol keuangan keluarga. "Nah, ia sering mendengar keluhan ayahnya tentang sifat perempuan yang boros dan suka menghambur-hamburkan uang. Inilah yang kemudian diterapkan pada istrinya." Hal lain yang masuk kategori ini adalah larangan untuk bekerja. "Jika ini disepakati bersama, tidak ada masalah. Yang jadi masalah, sebelum menikah, calon suami sudah memberi syarat, jika sudah menikah, istri harus berhenti bekerja dan mengurus keluarga saja. Ketika rumah tangga mengalami kesulitan ekonomi, suami tetap bersikukuh istri tidak boleh bekerja." Menurut Asni, dalam kondisi apa pun, istri memiliki hak untuk bekerja, apalagi jika ia punya keahlian. (dikutip dari kompas.com) Kisah ini sungguh nyata dialami oleh temanku, aku pikir aku hanya akan melihatnya di TV saja. Tapi ternyata..aku bener-benar menyaksikan akibat dari KDRT.Suatu hari aku mendapat telpon dari temanku (teman SMU), namanya Sony. Dia cerita klo saat ini ada seorang teman semasa SMU yang ada di rumahnya sedang mengalami tekanan alias depresi. Nama teman kami itu, Iin. Sedikit flash back ke belakang, Iin adalah anak yang cukup pintar di kelas apalagi urusan matematika..aku jelas kalah, dia emang aku kenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang bergaul..klo ini beda juga sama aku yang bergaulnya ama cowok-cowok..karena emang jaman SMU adalah zaman tomboy..hehehehe, Kalo diinget-inget ternyata aku sekelas ama Iin itu 3 tahun (dari kelas 1-3) dan aku sama sekali ga kenal dekat dengannya, hanya berteman biasa aja. setauku, dia anak pertama dan Ayahnya hanya seorang supir angkot. Kembali ke cerita ini, Iin yang datang ke rumah Sony, sangat berbeda jauh dnegan Iin yang kami kenal di masa sekolah, meskipun dia mengenali kami sebagai teman SMU-nya, tetapi tentang dirinya dan kehidupannya...dia bicarakan dengan kalimat yang kacau dan cerita yang kacau pula. Sampai larut malam, dia tidak ingin pulang, karena kebingungan kami pun memutuskan menitipkannya pada seorang teman perempuan kami. Keesokkan harinya kami memutuskan untuk mengabarkan pada orang tuanya, karena sepertinya cerita yg disampaikan tidak benar. dia sempat mengatakan kalo dia dipaksa menikah oleh orang tuanya, suaminya jahat, dan dia tidak boleh cerai, dia jg ngomong kalo dia pulang ke rumah dia bakal dibunuh oleh orang tuanya. Nyeremin khan, bisa aja itu benar tapi bisa aja salah kan?! kami memutuskan utk ke rumah orang tuanya tanpa Iin untuk mengecheck kebenaran ceritanya. Akhirnya kebenaran itu terungkap, Apa yang diceritakan Iin semua itu ga bener, yang lebih mengagetkan lagi, cerita sebenarnya yang diungkapkan oleh Ibunya. fakta yang terjadi adalah : Suatu hari Suaminya sedang pergi, dan pintu rumah tidak dikunci (betapa baiknya Tuhan itu!!) Iin segera beralri ke Apotik di dekat rumahnya dan meminjam telpon untuk menghubungi Ibunya. Singkat cerita Iin berhasil meloloskan diri dan kembali ke Surabaya. Orang tuanya mengurus laporan KDRT kepada kepolisian setempat. Tapi apa yang didapat, sungguh miris sekali, suaminya hanya dikenai tahan luar dan Suaminya mengambil alih hak asuh anak dengan tuduhan Iin adalah istri yng ga baik dan sudah ga waras. (Siapa yang ga waras? siapa yang GILA???) Ada keanehan sodara dari sang suami mengabarkan kalo anak pertama Iin meninggal karena sakit. Tapi begitu orang tua Iin datang ke sana utnuk melihat. Suaminya bilang kalo anaknya udah dikubur. (sekali lagi siapa yang ga waras?? siapa yang GILA??) hari-hari ini Iin makin tertekan, dan sementara biaya perawatannya begitu mahal. Iin bahkan mendapat tuntutan sebagai WANITA GILA. Apakah sudah ga da keadilan lagi?? kenapa kasus KDRT masih susah sekali penanganannya? Tolong kasih teman saya keadilan. |
| malaysia web design July 1, 2009 03:25 PM PDT TAK SEMUA PERBUATAN YANG MEYAKITKAN HATI LA | ||
| Leave a Comment: |